Rabu, 30 Mei 2012

ISTILAH-ISTILAH DALAM REKAYASA LALU LINTAS


1.    Space Mean Speed
v  Kecepatan rata-rata kendaraan yang melintasi suatu segmen di ruas jalan (waktu tempuh diukur setiap kendaraan yang melintasi segmen jalan dan dihitung secara statistik).

2.    Time Mean Speed
v  Kecepatan rata-rata kendaraan (dihitung secara aritmetik) yang melintasi suatu titik di ruas jalan.

3.    Efferage Daily Traffic (Lalulintas Harian Rata-rata)
v  Lalulintas selama 24 jam pada hari normal (kendaraan/hari).
v  Sering digunakan sebagai dasar untuk perencanaan jalan raya dan pengamatan secara umum dan terhadap kecenderungan pola perjalanan.

4.    Konsep Dasar Tingkat Pelayanan Jalan
v  Gambaran kondisi operasional arus lalu lintas dan persepsi pengendara dalam terminologi kecepata, waktu tempuh, kenyamanan, kebebasan bergerak, keamanan dan keselamatan
v  Menentukan kualitas kinerja pelayanan jalan
v  Faktor yang berberpengaruh :
Ø  Faktor jalan : lebar lajur, bahu jalan, median, kondisi permukaan jalan, kelandaian jalan, trotoar, dll.
Ø  Faktor lalu lintas : komposisi lalu lintas, volume, distribusi lajur, gangguan lalu lintas, gangguan samping, dll

5.    Jaringan Jalan
v  Rangkaian ruas-ruas jalan yang dihubungkan dengan simpul-simpul. Simpul-simpul merepresentasikan pertemuan antar ruas-ruas jalan yang ada. Jaringan jalan mempunyai peranan penting dalam pengembangan wilayah dan melayani aktifitas kawasan.

6.    Konsep Dasar Kapasitas
v  Arus maksimum per jam dimana orang atau barang diharapkan melintasi suatu titik atau suatu ruas jalan yang uniform pada satu waktu tertentu pada kondisi jalan, lalu lintas dan pengaturan yang ada. Kondisi jalan adalah kondisi fisik jalan, kondisi lalu lintas adalah sifat lalu lintas (nature of traffic) .
v  Suatu ukuran efektifitas fasilitas lalu lintas (jalan) untuk mengakomodasi lalu lintas.
7.    Head Way
v  Headway dapat dinyatakan dalam waktu atau dalam jarak. Headway yang dinyatakan dalam waktu disebut time headway, sedang yang dinyatakan dalam jarak disebut distance headway.
v  Time headway adalah waktu antar kedatangan dua kendaraan yang berurutan di satu titik pada suatu ruas jalan
v  Distance headway (spacing) adalah jarak antara bemper depan suatu kendaraan dengan bemper depan kendaraan berikutnya pada suatu waktu.Distance headway merupakan kebalikan dari kerapatan lalu-lintas.

8.    Hubungan antara Volume, Kecepatan dan Kerapatan
Hubungan antara variabel lalu-lintas yaitu Volume (V), Kecepatan (S) dan kerapatan (D) secara umum dibentuk oleh persamaan dasar sebagai berikut:
Volume (kend./jam) = Kecepatan Rata-rata (kend./jam) x kerapatan (kend./km).


hubungan v dan d1
 

















9.    Gambar persimpangan 4 kendaraan tanpa pengawasan, dalam 2 arah.


persimpangan2.bmp
 














10. GAP
v  Jarak antara kendaraan

11. Efferage Manual Daily Traffic
v  Disingkat AADT, adalah ukuran digunakan terutama dalam perencanaan transportasi dan rekayasa transportasi . Ini adalah total volume lalu lintas kendaraan dari jalan raya atau jalan selama satu tahun di bagi dengan 365 hari. AADT adalah pengukuran yang berguna dan sederhana tentang bagaiman sibuknya jalan.






12. Density
v  Jumlahkendaraan per satuan panjang jalan
v  Satuan: kendaraan/km.
v  Dapat dilihat dari:
Ø  Foto udara
Ø  Hubungan antara arus lalu lintas–kecepatan-kerapatan

13. Keuntungan dan kerugian jalan satu arah
a.    Keuntungan
1.    Meningkatkan Kapasaitas
Ø  Mengurangi hambatan-hambatan pada persimpangan yang ditimbulkan oleh konflik kendaraan membelok dan konflik arus kendaraan dengan penyeberang jalan.
Ø  Memungkinkan penyesuaian lebar jalur lalu lintas yang dapat menambah kapasitas ataupun menambah jumlah jalur baru.
Ø  Mempersingkat waktu tempuh.
Ø  Dll.
2.    Meningkatkan Keselamatan
Ø  Pengurangan konflik antar arus kendaraan dan antar arus kendaraan dengan penyeberangan jalan pada persimpangan.
Ø  Terhindarnya penyeberang jalan terjebak di tengah arus lalu lintas yang saling berlawanan arah.
Ø  Dll.

3.    Lain-lain
Ø  Penambahan kapasitas lalu lintas untuk interval waktu tertentu tanpa biaya yang mahal.
Ø  Pengembangan master plan secara bertahap.
Ø  Dll.
b.    Kerugian
Ø  Sejumlah pemakai jalan (kendaraan bermotor) harus memutar untuk mencapai suatu tujuan tertentu, hal ini akan membuang waktu dan bahan bakar.
Ø  Bagi pendatang baru mungkin membingungkan, khususnya jika geometri jalan tidak beraturan dan rambu-rambunya tidak jelas.
Ø  Bagi kendaraan-kendaraan untuk kebutuhan darurat, seperti pemadam kebakaran dan ambulance dalam hal ini, terpaksa memutar. Untuk kondisi ini dapat dipecahkan dengan memberikan lampu pengatur lalu lintas yang membolehkan kendaraan-kendaraan tersebut berjalan melawan arah dengan menahan arus kendaraan lain pada persimpangan sebelumnya,

14. Gambar titik konflik pertemuan kendaraan


 


1 komentar: